Forum CSR-PKBL Kabupaten Muara Enim

Profil
FORUM CSR-PKBL
Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan

yaitu procedure. Dengan demikian, CSR adalah “Kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian keuntungan (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan secara berkelanjutan (plannet) berdasarkan prosedur (procedure) yang tepat dan profesional”.

Model dan Alasan Pelaksanaan CSR Dalam melaksanakan program CSR  minimal ada empat model yang umum digunakan perusahaan di Indonesia, yaitu:

1. Terlibat langsung. Dalam melaksanakan program CSR, perusahaan melakukannya sendiri tanpa melalui perantara atau  pihak lain.
2. Melalui Organisasi Sosial Perusahaan atau Yayasan. Perusahaan mendirikan organisasi sosial atau yayasan dibawah perusahaan atau groupnya. Pada model ini biasanya perusahaan sudah menyediakan dana khusus untuk digunakan secara teratur dalam yayasan ini. Contohnya : Sampoerna Foundation, Danamon Peduli, dll.
3. Bermitra dengan Pihak Lain. Dalam menjalankan CSR perusahaan menjalin kerjasama dengan pihak lain seperti  lembaga sosial non pemerintah, lembaga pemerintah,media massa, dll.
4. Mendukung atau Bergabung dalam suatu Konsorsium. Perusahaan turut mendirikan, menjadi anggota atau mendukung lembaga sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu.

Sedangkan tentang alasan perusahaan melaksanakan program CSR, minimal ada tiga yaitu:


1. Alasan Sosial Perusahaan melakukan CSR untuk memenuhi tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Sebagai pihak luar yang beroperasi pada wilayah orang lain perusahaan harus memperhatikan masyarakat sekitarnya. Perusahaan harus ikut serta menjaga kesejaheraan ekonomi masyarakat dan juga menjaga lingkungan dari kerusakan  yang ditimbulkan.
2. Alasan Ekonomi Motif perusahaan dalam melakukan CSR tetap berujung kepada keuntungan. Perusahaan


melakukan program CSR untuk menarik simpati masyarakat dengan membangun image positif bagi perusahaan yang tujuan akhirnya tetap pada peningkatan profit.


3. Alasan Hukum Alasan hukum yang membuat perusahaan melakukan program CSR hanya karena adanya peraturan pemerintah. CSR dilakukan karena ada tuntutan atau sanksi bila tidak dijalankan dan bukan karena kesadaran  perusahaan untuk ikut serta menjaga lingkungan. Akibatnya ada perusahaan yang melakukan program CSR hanya  ikut-ikutan atau untuk menghindari sanksi dari Pemerintah. UU PT No.40/2007 Pasal 74 yang isinya mewajibkn pelaksanaan CSR bagi perusahaan yang terkait terhadap SDA dan yang menghasilkan limbah. Adapun isi dari pasal  tersebut adalah:
Ayat 1, dijelaskan bahwa perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan atau berkaitan dengan  sumberdaya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.


Ayat 2, dijelaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan itu merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
Ayat 3, menggariskan perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana pasal 1 dikenai sanksi sesuai  ketentuan peraturan perundangan.

Manfaat Melakukan CSR Apapun alasan perusahaan melakukan program CSR, yang pasti CSR merupakan tabungan  masa depan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Bukan sekedar keuntungan ekonomi tapi lebih dari itu  yaitu keuntungan secara sosial dan lingkungan bagi keberlanjutan perusahaan. Beberapa perusahaan di Kabupaten Muara Enim yang telah melaksanakan program CSR nya antara lain adalah PT. Bukit Asam (pesero) Tbk, Pertamina, Medco, MHP, PT.TEL, Perusahaan bidang perkebunan, dll.

Hasil survey yang dilakukan Environic International (Toronto), Conference Board (New York) dan Princes of Wales  Business Leader (London) dimana dari 25 000 responden di 23 negara menunjukkan bahwa dalam membentuk
opini perusahaan, 60 % mengatakan bahwa etika bisnis, perlakuan terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, tanggung jawab perusahaan yang akan paling berperan, sedangkan 40 % menyatakan citra perusahaan dan brand image
yang paling mempengaruhi kesan mereka Di Indonesia, data riset majalah SWA terhadap 45 perusahaan menunjukkan bahwa CSR bermanfaat dalam memelihara dan meningkatkan citra perusahaan (37,38 %), hubungan baik dengan masyarakat (16,82 %), dan mendukung operasional perusahaan (10,28 %).

Sinergisitas CSR Dalam Pembangunan Daerah Pembangunan di tanah air ini bukan semata-mata menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah saja tapi juga menjadi tugas dan tanggung jawab dunia usaha dan masyarakat. Keterbatasan sumberdaya yang dimiliki Pemerintah memerlukan adanya kebersamaan dan dukungan dari dunia usaha dan masyarakat yang secara bersinergis melaksanakan pembangunan. Untuk mencapai optimalisasi dalam sinergisitas ini diperlukan pengaturan, penyelarasan, dan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara satu dan lainnya. Untuk mengatur, menyelaraskan, mensinergiskan tugas dan tanggung jawab tersebut, maka diperlukan suatu wadah bersama yang dibentuk oleh, dari, dan untuk pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan pembangunan diperlukan sumberdaya yang memadai untuk melaksanakannya. Salah satu sumberdaya yang cukup potensial dan legal adalah sumberdaya dari dunia usaha dalam bentuk CSR. Selama ini dunia usaha juga sudah melakukan program CSR nya dengan kemampuan, ukuran, cara dan pertimbangan masing-masing. Mengingat


di Kabupaten Muara Enim terdapat sekitar 9 BUMN, 60 BUMS, dan 3 BUMD maka diperlukan suatu wadah kordinasi, konsultasi, integrasi, dan sinkronisasi yang efektif dan efisien dalam mengoptimalkan pelaksanaan program CSR, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya bagi masyarakat. Untuk itulah, maka perlu dibentuk Forum CSR Kabupaten Muara Enim yang disingkat Forum CSR-ME.

Pembentukan Forum CSR-PKBL Kabupaten Muara Enim (Forum CSR-PKBL ME)
1. Latar Belakang Lahirnya Forum CSR-PKBL ME
• Adanya ketidakpuasan masyarakat
• Tumpang tindih program antar perusahaan dan dengan pemerintah
• Monitoring dan evaluasi pelaksanaan CSR masih sepihak oleh korporasi
• Usulan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti tanpa ada penjelasan
• Terjadi saling lempar tanggung jawab antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat
• Pembangunan masyarakat dan lingkungan juga menjadi tanggung jawab perusahaan.


2. Maksud dan tujuan Forum CSR-PKBL ME
• Dimaksudkan sebagai suatu wadah yang mempersatukan berbagai pihak yang berkepentingan untuk  kordinasi,konsultasi,integrasi, sinkronisasi, dan bertindak bersama-sama dalam implementasikan CSR agar dapat  memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan Kabupaten Muara Enim
• Bertujuan menyelaraskan, mensinergiskan dan memberikan masukan, serta mendukung 20 perbaikan implementasi  CSR dari aspek perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasinya agar memberikan hasil yang yang lebih optimal dan akuntabel.
3. Peran Forum CSR-PKBL ME
• Sebagai konselor, fasilitator, mediator, pemberdaya, sekaligus pendamping
• Menyelaraskan dan mensinergiskan antar program CSR dan dengan program pemerintah
• Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program CSR di Kabupaten Muara Enim.
4. Kepengurusan Forum CSR-PKBL ME
• Kepengurusan dan anggota Forum terdiri atas Pejabat Eksekutif, legislatif, Pejabat korporasi, LSM, dan Tokoh Masyarakat
• Ketua Forum dari salah satu BUMN/BUMS, sedangkan Sekretaris dari Pejabat eksekutif
• Forum CSR-ME akan dibantu oleh ForumKordinasi tingkat kecamatan.

Penutup
CSR adalah salah satu potensi sumberdaya pembangunan yang perlu dioptimalkan dan disinergiskan dengan program pembangunan daerah untuk mencapai manfaat yang sebesarbesarnya bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Pelaksanaan program CSR perlu diatur, diselaraskan, dan disinergikan dalam suatu wadah bersama untuk kordinasi, konsultasi, integrasi, dan sinkronisasi mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi program, sehingga dapat lebih efisien, efektif, dan akuntabel dalam mencapai sasaran program. Untuk itu maka perlu dibentuk Forum CSR Kabupaten Muara Enim yang disingkat Forum CSR-ME yang terdiri dari wakil berbagai pemangku
kepentingan dalam pembangunan di Bumi Serasan Sekundang, Kabupaten Muara Enim tercinta ini.- (ans)