1. Kemiskinan

 

Target 1: Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah US$1 (PPP) per hari menjadi setengahnya dalam kurun waktu 1990-2015.

 Menurunkan proporsi penduduk dengan tingkat pendapatan di bawah US$1 (Purchasing Power Parity/PPP) per hari menjadi setengahnya dalam kurun waktu 1990-2015 merupakan target MDGs terkait dengan pengurangan tingkat kemiskinan. Adapun indikator yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan
  2. Indeks Kedalaman Kemiskinan
  3. Indeks Keparahan Kemiskinan
  4. Proporsi konsumsi penduduk termiskin (kuantil pertama)

 

Persentase Penduduk Miskin

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, geografis, gender, dan kondisi lingkungan. Mengacu pada strategi nasional penanggulangan kemiskinan definisi kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Definisi ini beranjak dari pendekatan berbasis hak yang mengakui bahwa masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya.

Kemiskinan tidak hanya dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumberdaya alam, dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakukan atau ancaman tindak kekerasan dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Kemiskinan secara absolut diukur berdasarkan ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan pokok minimum seperti pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa hidupdan bekerja. Kebutuhan pokok minimum diterjemahkan sebagai ukuran finansial dalam bentuk uang. Nilai kebutuhan minimum kebutuhan dasartersebut dikenal dengan istilah garis kemiskinan. Penduduk yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan digolongkan sebagai penduduk miskin.

Mengacu pada konsep garis kemiskinan tersebut, pada Gambar 3.1 disajikan trend jumlah dan persentase penduduk miskin di Kabupaten Muara Enim tahun 2003–2012. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2003–2004 mengalami penurunan, pada tahun 2004–2006 cenderung meningkat. Jumlah penduduk miskin mulai menurun secara signifikan tahun 2006-2012. Sedangkan dilihat dari persentase penduduk miskin, secara umum persentase penduduk cenderung  menurun, meskipun pada periode 2003–2006 berfluktuasi dan terjadi penurunan yang terjadi relatif kecil. Penurunan persentase penduduk miskin yang signifikan terjadi pada tahun 2006–2012.