IDF 2018

Konferensi tahunan Indonesia Development Forum (IDF) Tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas yang bekerjasama dengan Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Pertemuan IDF Tahun 2018 merupakan forum yang bertujuan untuk bertukar ide dan gagasan dalam mengatasi permasalahan pembangunan. Pertemuan IDF Tahun 2018, dibagi ke dalam 4 tema besar, yaitu Inspirasi (Inspire), Imajinasi (Imagine), Inovasi (Innovate), dan Inisiasi (Initiate). 
 
Pada konferensi IDF Tahun 2018, Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika turut hadir untuk mengikuti acara tersebut. Selain itu, Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim mendapat kesempatan dari GIZ untuk menyampaikan gagasan dalam sesi Pasar Ide dan Inovasi. Tema yang diangkat oleh Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim, yaitu Coorperation Beetwen Local Government and The Private Sector, Using CSR Funding to Implement Additional Requests Resulting Out of Village Plants That Cannot Be Covered by The Goventment”.
 
Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim menyampaikan inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim dalam menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Non APBD, yang merupakan inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim dalam melakukan percepatan pembangunan daerah dengan melibatkan sektor swasta dalam pembiayaan program dan kegiatan pembangunan daerah.
 
Dari materi yang disampaikan oleh pembicara dalam IDF Tahun 2018, beberapa hal dan poin penting diantaranya yaitu :
 
1) Isu utama yang menimbulkan ketimpangan di Indonesia, diantaranya yaitu :
- Konektifitas dan aksebilitas yang tidak merata;
- Pelayanan dasar yang tidak merata;
- Pemanfaatan sumber daya alam lokal dalam pembangunan yang tidak optimal, yang juga dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik wilayah;
- Tidak optimalnya pembangunan wilayah dengan keragaman kultur dan sosial budaya masyarakat;
- Kebijakan afirmasi dan pendanaan pembangunan yang kurang merata; dan 
- Persebaran pusat-pusat yang tidak merata.
 
2) Dalam pertemuan tersebut, disampaikan beberapa strategi-strategi pembangunan yang akan dilakukan untuk mengatasi ketimpangan antar daerah, yaitu:
- Pembangunan wilayah dengan potensi dan daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, dengan menitikberatkan pada percepatan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan perkotaan metropolitan;
- Pembangunan wilayah dengan skala ekonomi  wilayah dan ekonomi lokal yang potensial, dengan menitikberatkan pada pembangunan pusat kegiatan wilayah atau lokal, kawasan perdesaan, dan kota-kota sedang; dan 
- Pembangunan wilayah dengan infrastruktur dan pelayanan dasar yang tertinggal, dengan menitikberatkan pada pembangunan di daerah tertinggal, kawasan perbatasan, daerah kepulauan, dan kawasan timur Indonesia.
 

  • 25-07-2018 11:46 am

  • Oleh Admin

  • Dibaca 243 Kali


Komentari

Nama
Email
Komentar