Tabel Input Output

Perencanaan pembangunan yang tepat membutuhkan instrumen yang tepat dan memadai untuk mengolah input yang diperoleh. Salah satu pola yang digunakan oleh pemerintah untuk merencanakan kebijakan pembangunan dengan menggunakan model-model ekonomi pembangunan, salah satunya model input dan output. Selain pada skala nasional, model input dan output ini juga digunakan di tingkat propinsi maupun kabupaten. Hasil yang diperoleh dari model ini  kemudian menjadi landasan dalam penentuan skala prioritas pembangunan. Mengapa model ini dipilih? Karena dianggap dapat memberikan dasar bagi analisis yang rinci dari hubungan antar sektor dalam suatu perekonomian.

Model yang  pertama kali diperkenalkan pada tahun 1930 ini dipakai BPS hingga sekarang. Tabel Input Output sebagai suatu tabel yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa yang terjadi antar sektor ekonomi serta saling keterkaitan antara sektor yang satu dengan sektor yang lainnya dalam suatu wilayah pada suatu periode tertentu, disajikan  berupa matriks.  Isian sepanjang baris Tabel Input Output menunjukkan bagaimana output suatu sektor dialokasikan untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir, dan pada baris nilai tambah menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral.

Prinsip dasar analisis input-output ini dengan mendisagregasi semua aliran pengeluaran antara berbagai aktivitas ekonomi (sektor ekonomi), antar konsumen dan aktivitas ekonomi, antar aktivitas ekonomi dan penyediaan input dalam perekonomian.

Tabel Input - Output adalah suatu uraian statistik dalam bentuk matriks yang menggambarkan transaksi penggunaan barang dan jasa antar berbagai kegiatan ekonomi. Sebagai metode kuantitatif, Tabel Input - Output memberikan gambaran menyeluruh mengenai: 
a. Struktur perekonomian negara/ wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor, 
b. Struktur input antara, berupa transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektor-sektor produksi, 
c. Struktur penyediaan barang dan jasa, baik berupa produksi dalam negeri (produksi suatu daerah), maupun barang impor atau yang berasal dari daerah/ negara lain, 
d. Struktur permintaan barang dan jasa, meliputi permintaan dari berbagai sektor produksi di suatu daerah dan permintaan untuk konsumsi, investasi dan ekspor keluar daerah. 

Dalam penyusunan Tabel Input-Output itu sendiri, bagi pengguna akan memberikan gambaran tentang seberapa jauh konsistensi antarberbagai data yang digunakan. Oleh karena itu, penghayatan tentang proses tersebut bermanfaat untuk menilai mutu keserasian data statistik dan kemungkinannya untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa yang akan datang. 

Secara umum tabel Input - Output terdiri atas Sektor Input dan Alokasi Output. Pada garis horizontal atau baris, isian-isian angkanya memperlihatkan alokasi penggunaan barang dan jasa yang tersedia sebagian untuk memenuhi permintaan antara (intermediate demand), sebagian lagi dipakai untuk memenuhi permintaan akhir (finaldemand yang terdiri dari konsumsi, investasi dan ekspor. Isian angka menurut garis vertikal atau kolom, menunjukkan struktur pemakaian input antara dan input primer (nilai tambah bruto) yang disediakan oleh sektor-sektor lain untuk pelaksanaan kegiatan produksi. 

Tabel Input Output secara keseluruhan dibagi dalam tiga bagian, dan disebut sebagai kuadran I, II, dan III. Kuadran I terdiri dari kotak-kotak (sel-sel) yang berisi angka-angka transaksi antara yaitu barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. Sel adalah tempat pertemuan antara baris dan kolom dalam kerangka Tabel Input Output. Isian sepanjang baris pada kuadran I memperlihatkan alokasi penyediaan suatu sektor yang digunakan oleh sektor lain dan disebut permintaan antara. Isian menurut kolom menunjukkan pemakaian barang dan jasa oleh suatu sektor yang berasal dari sektor-sektor lain dan disebut dengan input antara. Transaksi antara ini dinyatakan dengan symbol Xij dalam Tabel, dan menunjukkan jumlah komoditas i yang dipakai oleh sektor j. Kuadran ini merupakan kuadran input, yaitu perbandingan antara masing-masing input antara dengan output yang mempergunakannya. Demikian juga, yang lebih penting lagi ialah matriks kebalikan dari koefisien input tersebut, sangat berguna untuk berbagai analisis dengan menggunakan tabel Input Output. 

Kuadran II berisi angka-angka transaksi permintaan akhir yang berasal dari output berbagai sektor produksi maupun impor yang dirinci dalam berbagai jenis penggunaan. Dengan kata lain, mencatat transaksi menurut sektor yang sesuai dengan komponen pengeluaran dalam Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).  

Kuadran III berisi penggunaan input primer atau nilai tambah (value added) yang terdiri dari: upah dan gaji, surplus usaha, pajak tak langsung neto, dan penyusutan. Penjumlahan seluruh nilai tambah ini akan menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto, yang merupakan penjumlahan semua produksi barang dan jasa akhir (netto) di wilayah domestik yang bersangkutan. Selanjutnya PDRB ini akan sama dengan seluruh permintaan akhir dikurangi impor barang dan jasa dari kuadran II. 

 

[]

  • 18-08-2017 07:33 am

  • Oleh Admin

  • Dibaca 122 Kali


Komentari

Nama
Email
Komentar